Kita sering mendengar ungkapan, "andaikan waktu bisa diputar kembali, saya ingin kembali ke masa kanak-kanak dulu." ungkapan putus asa tersebut tak jarang ditemui setelah masa kanak-kanak berlalu, semua yang telah berlalu seringkali menjadi ungkapan klasik demi dapat mengingat masa-masa lampau; entah itu bahagia atau tidak. Setiap orang tentu punya masanya masing-masing, maka anak-anak di kampung suka membandingkan kehidupannya dengan anak kota. Mereka berpendapat, itulah satu-satunya hal yang bisa mereka banggakan. Anak-anak yang bersal dari kampung berpikir hanya itu satu-satunya hal yang membuat masa kanak-kanak mereka berbeda. Padahal masih banyak lagi.
Orang kampung selalu berpikir masa kanak-kanak mereka paling bahagia dengan segala kebiasaan yang serba manual; permainan, hiburan dan lainnya. Bila di kota mereka berenang di kolam, anak kampung berenang di sungai. Tapi, tidak semua masa kanak-kanak mereka digambarkan serba maju, msih ada beberapa anak-anak yang mengalami masa kanak-kanak mereka sama persis dengan anak-anak di kampung. Mereka juga memainkan permainan tradisional yang dibuat secara manual, kebiasaan-kebiasaan lainnya.
Hal tersebut menjadi sebuah pola pikir anak-anak yang salah sampai besar, seolah-olah orang yang berasal dari kota adalah mereka yang mengenal banyak hal. Paling pasai menikmati kehidupan yang mewah. Tentu sebagian anak-anak kampung susah sekali percaya kepada orang kota, meski dia tidak tau bagaimana kehidupan aslinya. Mereka suka berburuk sangka bahwa orang kota semuanya jahat, pendusta dan sok. Sebab mereka mendapatkan referensi tersebut tanpa bimbingan orang tua, misalnya dari televisi, cerita orang rantau dan buku-buku yang mereka baca.
Sebenarnya ada beberapa macam anak-anak kota, kadang anak kampung berpikir bahwa semua orang yang berasal dari kota besar adalah anak kota yang mereka pikirkan penuh dengan kemewahan. Padahal di kota sana tidak semua orang mendapatkan tempat yang sama, mendapatkan kehidupan yang rata. Ada juga anak-anak yang berasal dari pinggiran kota yang barangkali kehidupannya lebih susah dari anak-anak yang tinggal di kampung. Padangan demikian yang menjadi bawaan mereka sampai besar, sehingga kalau sempat mereka tinggal lama di kota besar, mereka cenderung berpikir bahwa anak-anak kampun adalah orang-orang yang bisa dibohongi dan lemah secara pengetahuan.
Beruntung saat ini anak-anak semakin pandai teknologi, dan semua pengetahuan yang mereka inginkan bisa dicari dari berbagai sisi. Meski semuanya mempunyai sisi negatif dan positif, tentu semuanya harus didampingi orangtua dan pendidikan karakter yang kuat. Tapi tidak semua anak-anak larut dengan kemajuan itu semua, masih ada beberapa daerah yang anak-anaknya memakai gaya lama dama kehidupan mereka.

Post a Comment
Post a Comment