-->

b. a. g #1 Petualangan Marza Berkuda



Suatu waktu, El Dorado hadir dimimpiku, ditemani Él Mismo Da Una Mirada Seorang manusia pengembara dari Timur Tengah, aku menjelajahi alam mimpi untuk menemukan kisah seorang Marza Berkuda. Kabar dari El Mismo, kuda putih yang dimiliki seorang gadis itu bersayap dan sering terlihat terbang sepintas seperti bintang jatuh. Kami melanjutkan tualang itu mengikuti arah sungai Lebanon, barangkali akan bermuara ke Luknown India, entahlah dalam mimpi itu semua tempat selalu berubah. Di India, aku rindu Jalebi, Kari yang dibuat tamil Muslim.

Aku mencatat mimpi itu terpotong-potong, ingin kuingat babak yang dihantarkan ke dalam mimpi, namun tak kunjung menemui muaranya. Dalam mimpi yang singkat, aku bermimpi kembali. Dua mimpi sekaligus dalam dua pejam mataku. Aku kebingungan, tapi aku benar-benar merasakan bahwa itu mimpi dalam mimpi. Aku hanya ingat El Dorado hadir dalam mimpiku, dengan topi lebar, aku tunggangi kuda hitam milik seorang pengembala. Entahlah, mimpi ini kurang jelas, di sana aku juga menemui pedagang obat dari Arab, lengkap dengan sorban dan unta kelelahan. 

Aku mengutuk diriku untuk mimpi tiap malam, menyelesaikan pencarian Marza Berkuda. Aku, El Mismo, dan El Dorado bakalan melakukan petualangan gila layaknya drama kolosal Timur Tengah. Aku akan mengambil bagian sebagai orang yang sabar, penuh dengan pertimbangan, sedangkan dua temanku sedikit brutal, bar-bar pada apa saja yang membuat dirinya terancam. Aku tau itu, sebab kutemui mereka dalam keadaan luka parah. Itu sebabnya kesetiaan mereka sudah digenggamanku. Aku mendapati jawaban mereka soal Marza Berkuda, yang memang sering menjadi mitos kuda terbang bagi sebagian kaum pedalaman. Di pasar gelap, kuda milik Marza dihargai satu gunung emas yang terletak di Carabian. Seorang bajak laut pernah memberi iklan demikian, para penyamun pun sempat melakukan penyergapan lokasi yang diketahui pernah ditempati Marza. Tapi sayang, Marza lebih dulu mengetahui itu. Peta yang disembunyikan seorang petualang, kabarnya menyimpan beberapa rahasia dari kediaman Marza Berkuda, pria yang tersesat itu menyembunyikannya pada sebuah hutan, dimana ia bertemu Marza kala itu. Saat itu nyawanya terselamatkan lantaran beberapa minggu tersesat di hutan. Tujuan kami setelah mimpi selanjutnya adalah hutan tersebut, dimana akan kami temui banyak petualangan baru. Kami dan para budak lainnya akan bertemu di sana, intrik akan menentukan semuanya. 

Bersambung....

Arif P. Putra
Saya seorang pengarang; menulis Puisi, Cerpen, dan Novel. Saya juga menulis tulisan Ilmiah sebagai alternatif lain mengasah kemampuan menulis saya. Ini merupakan ruang untuk membagikan tulisan-tulisan yang saya hasilkan, baik sudah dimuat media lain ataupun spontan.

Baca Lainnya

Post a Comment

Ikuti Sang Penyair Arif P. Putra