Judul: Togo
Negara: Amerika Serikat
Bahasa: Inggris
Durasi: 1 Jam 50 menit
Togo adalah film Amerika Serikat tahun 2019yang disutradarai Ericson Core dan dibintangi Willem Dafoe. Film ini ditayangkan eksklusif di Disney pada Desember 2019 di Amerika Serikat. Film ini disutradarai Ericson Core, di Produseri oleh Kim Zubick.
Ditulis oleh Tom Flynn dan pemeran dalam film Togo: Willem Dafoe, Thorbjørn Harr
Yang diproduksi Walt Disney Pictures, label yang selalu membuat film-film inspiratif dan imajinatif. Distributor oleh Walt Disney Studios Motion Pictures
Film ini dirilis Desember 2019 (Amerika Serikat).
Togo adalah sebuah film yang diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada tahun 1925 silam. Sebuah kota kecil yang ada di Alaska, bernama Nome mengalami wabah yang mematikan. Korban yang terjangkit kebanyakannya adalah anak-anak, juga beberapa orang dewasa. Penyakit efidemi difteri tersebut membuat semua orang panik dan berupaya mencari jalan keluarnya. Dan efidemi difteri menyerang ribuan orang di kota kecil tersebut.
Demi menyelamatkan warga yang terjangkit wabah tersebut, beberapa orang berinisiatif mengambil obatnya di pusat kota, namun jarak pusat kota dan Nome, Alaska memiliki jarak yang sangat jauh. Seppala dan Togo mendapat peran penting dalam aksi penyelamatan itu, ia bertugas menjemput serum itu secara estafet, tapi Esppala dan Togo adalah satu-satunya pengendara yang menempuh jarak terjatuh. Kereta seluncur yang ditunggangi Seppala adalah satu-satunya kereta yang menempuh jarak sangat jauh, dan itu menjadi perjalanan terakhir Togo mengabdi pada tuannya.
Kisah Togo menjadi anjing pekerja tidak sebatas muncul langsung saja, dalam film ini, kisah Togo dimulai sejak ia dipungut oleh istri Seppala saat ia terluka. Dan kisah-kisah Togo dimulai sejak ia pandai berlari. Togo terlahir memang untuk jadi anjing pemimpin, sejak kecil ia bersikeras untuk membuktikan kepada Seppala bahwa ia pantas memimpin Anjing-Anjing pekerja miliknya. Berulangkali Togo diberikan kepada orang, tapi ia selalu berhasil lari dan menemui Seppala kembali. Begitu juga yang dialami Togo saat berada di kediaman Seppala, berkali-kali ia dikurung untuk tidak ikut dalam pekerjaan. Togo kecil, pendek dan tak memiliki tanda-tanda sebagai anjing pekerja, itu sebabnya Seppala tidak menyukai Togo.
Kisah ini begitu menyenangkan dan menegangkan. Petualangan yang disajikan Seppala dan Togo sangat apik, latar tempat, suasana, dan waktu juga tak kalah cemerlang. Meski pada akhirnya, bukan Seppala dan Togo yang mendapatkan catatan sejarah penting. Tapi Seppala dan Togo adalah sejarah nyata kota Nome, Alaska. Namanya sampai sekarang masih dikenang, meski sempat tak diakui.
Togo saat itu berusia 12 tahun, ia menjadi pahlawan yang memimpin perjalanan melintasi badai untuk menyelamatkan Nome, Alaska. Anjing salju yang dikenal orang sebagai Siberia Husky.
(Arif P. Putra)
(sumber poto: Google)


Post a Comment
Post a Comment