Kumbalangi Nights
Sutradara Madhu C. Narayanan
Diproduksi oleh Fahadh Faasil Nazriya Nazim Dileesh Pothan Syam Pushkaran
Ditulis oleh
Syam Pushkaran
Dibintangi
Shane Nigam - Boby
Soubin Shahir - Saji Napoleon
Fahadh Faasil - Shammi
Sreenath Bhasi - Bony
Mathew Thomas - Franky
Tanggal rilis
7 Februari 2019
Durasi
135 menit
Negara India
Bahasa Malayalam
Ada film-film bagus setelah ditonton dua atau tiga kali, ada film-film yang tetap membosankan meski berusaha menontonnya berulangkali.
Kumbalangi Nights termasuk salahsatu film yang setelah ditonton ulang baru merasa bagus dan menyenangkan. Barangkali karena waktu dan suasana yang telah berbeda dengan awal menonton film ini. Setelah menonton film ini kedua kalinya, baru sadar ini film penuh drama, latar dan seting tempat yang sinematik sekali. Juga pergelokan batin antar tokoh yang begitu terasa dan mencolok, meski tidak dipaparkan secara jelas. Misalnya, Saji, pria yang berperan sebagai kakak tertua. Saya mengambil kesimpulan bahwa ia menyukai sesama jenis, dan itu menjadikan peran dia dikelurga tidak begitu dihargai. Hanya menjadi oloklokan sang adik.
Tapi setelah menonton yang kedua kalinya, saya semakin merasa ngeri bila membayangkan tokoh Shammi, kakak ipar dari Baby yang menjalin cinta dengan Boby adik Saji. Saya kira Shammi begitu berhasil memerankan peran tersebut, orang yang memiliki kelainan atau gangguan jiwa, sangat mencolok, tapi tidak ada yang berani membantah itu. Kebiasaan buruk yang sangat aneh, dan terasa mencekam. Tidak tau mengapa tokoh ini begitu membayangi sekali, monohok tapi ikut merasakan bagaimana situasi antara Shammi dengan Baby ketika tatapan tajamnya menghakimi Shammi yang dilarang berhubungan keluarga dengan Boby.
Ada agenda konyol, tapi merasa ngeri sekali, saat perkataan Sammy dibantah sang istri untuk tidak meneriaki adiknya. Kemudian ia malah menyembunyikan wajahnya ke pojok, seperti anak kecil sedang bermain petak umpet atau seperti anak kecil yang ngambek ketika kemaunya tak terpenuhi.
Saya baru sadar, ternyata film ini sangat bagus, meski ada bagian-bagian yang begitu menyebalkan. Film ini saya dowload karena saya berpikir ini adalah film sport, tentang sepak bola, semacam historis. Ternyata tidak sama sekali, hanya pada agenda pembuka saja, ketika adik bungsu Saji berada di sekolah.
Ini film rekomendasi sekali untuk mengisi waktu luang/libur, disarankan untuk menontonnya beberapa kali.
(beberapa sumber: Google)

Post a Comment
Post a Comment