-->

Abstrak Jurnal Penelitian Sastra Lisan (Mantra Gasiang Tangkurak, Strata 1) oleh Arif Purnama Putra, 2017

Ilustrasi: Arif P. Putra 

MANTRA GASIANG TANGKURAK DI NAGARI AUR DURI KECAMATAN SUTERA KABUPATEN PESISIR SELATAN
PROVINSI SUMATERA BARAT

Oleh :

〖Arif Purnama Putra〗^1, 〖Dr.Eva Krisna,M.Hum〗^2,〖Iswadi Bahardur,M.Pd〗^3
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
STKIP-PGRI Sumatera barat
      2) Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi
STKIP-PGRI Sumatera barat
E-mail : arifpurnama1992@gmail.com


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk pertama mendeskripsikan konteks yang melatari kehadiran mantra Gasiang Tangkurak untuk tujuan pengobatan di Nagari Aua Duri, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. kedua mendeskripsikan struktur mantra Gasiang Tangkurak untuk tujuan pengobatan di Nagari Aua Duri, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. ketiga mendeskripsikan wujud teks mantra gasiang tangkurak untuk tujuan pengobatan di Nagari Aua Duri, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa konteks yang melatari kehadiran mantra gasiang tangkurak terdiri atas: (1) Pelafal, pelafal mantra gasiang tangkurak adalah dukun; (2) Alat bantu, yaitu daun  jarak tiga helai, minyak goreng, korek api dan gasiang tangkurak; (3) Tempat, Cara pelaksanaan ritualnya pun juga tidak disembarang tempat. Biasanya upacara ritual dilakukan di ruangan yang hanya ada pelafal mantra saja atau dukun; (4) Waktu, dilafalkan bertujuan untuk kejahatan, dukun harus menentukan waktu yang pas untuk melakukan upacara ritualnya. Sedangkan waktu untuk upacara ritual manggasiang (menggasing) yang tujuannya untuk pengobatan tidak memerlukan waktu yang ditentukan, bisa kapan saja jika pasien yang ingin diobati meminta; (5) Suasana, pelafalan mantra gasiang tangkurak dilakukan ketika suasana penuh kosentrasi, tenang dan penuh keyakinan. 



ABSTRACT

This study aimed to the first describes the context of the underlying presence Gasiang Tangkurak mantra for medicinal purposes in Nagari Aua Duri, District Sutera, South Coastal District, West Sumatra Province. The second describes the structure of mantra Gasiang Tangkurak for medicinal purposes in Nagari Aua Duri, District Sutera, South Coastal District, West Sumatra Province. The third describes the form of text spells gasiang tangkurak for medicinal purposes in Nagari Aua Duri, District Sutera, South Coastal District, West Sumatra Province. Based on the results of research conducted, it can be seen that the context of the underlying presence gasiang tangkurak mantra consists of: (1) recites and holds, mantra chanters gasiang tangkurak is a shaman; (2) Tools, which leaves a distance of three strands, cooking oil, matches and gasiang tangkurak; (3) Where, How The ritual execution is also not disembarang place. Usually the ritual ceremony conducted in a room that only exists alone or shaman mantra chanters; (4) The time, pronounced aim to crime, the shaman must determine the right time to perform the ritualistic ceremonies. While time for ritual manggasiang (menggasing) the purpose for the treatment does not require the specified time, it could at any time if patients want to be treated ask; (5) The atmosphere, mantra recitation gasiang tangkurak do when an atmosphere full of concentration, calm and confident. the general structure gasiang tangkurak manta text is poetry. 

Arif P. Putra
Saya seorang pengarang; menulis Puisi, Cerpen, dan Novel. Saya juga menulis tulisan Ilmiah sebagai alternatif lain mengasah kemampuan menulis saya. Ini merupakan ruang untuk membagikan tulisan-tulisan yang saya hasilkan, baik sudah dimuat media lain ataupun spontan.

Baca Lainnya

Post a Comment

Ikuti Sang Penyair Arif P. Putra