Gold: Kasta dan Sebuah Tim Patriot
Beberapa waktu lalu, banyak beredar kabar soal kerusuhan di India. Kekejaman itu terjadi lagi, setelah bertahun-tahun selalu berusaha diredam oleh film-film yang menyinggung soal toleransi beragama. Suara itu memang sangat mencolok sekali ditiap cerita film-film India. Kesetaraan dan toleransi tersebut selalu saja putus dimenit setelah film selesai.
Kejadian kekerasan tersebut bukan kali pertama terjadi, sudah bertahun-tahun lalu juga sudah sering bentrok menyoal agama. Muslim di India memang menjadi Minoritas. India itu bukan soal agama semata, mereka masih memegang teguh kasta, kelompok-kelompok yang sporadis antar kasta tersebut selalu menggoreng berita-berita soal orang-orang muslim. Meski bagian lain yang masih peduli terus menetralisir keadaan sosial tersebut. India berhasil menyuarakan keresahan itu melalui banyak film, mulai dari Bajrangi Baijan, Kaala, PK, dan lainnya.
Gold (emas), Film ini adalah tentang kemenangan medali Olimpiade pertama India sebagai negara bebas pada tahun 1948 di Olimpiade ke-14 di London.
film yang ditulis dan disutradarai oleh Reema Kagti dan diproduksi oleh Farhan Akhtar dan Ritesh Sidhwani. Hal ini didasarkan pada perjalanan tim hoki nasional pertama India ke Olimpiade Musim Panas 1948 dan dibintangi Akshay Kumar sebagai Tapan Das, orang yang memenangkan India medali emas pertama di Olimpiade Musim Panas 1948. Mouni Roy, dalam debut filmnya, Amit Sadh, Vineet Kumar Singh, Kunal Kapoor, Sunny Kaushaldan fitur Nikita Dutta dalam peran pendukung.
Konflik-konflik yang mereka ceritakan sangat pelik, bagaimana pembagian dua bagian dari India. India mendapat kemerdekaan, tetapi juga dipartisi ke India dan Pakistan. Selama kerusuhan, Imtiaz terluka ketika beberapa Sikh mencoba membakarnya hidup-hidup, tetapi diselamatkan oleh Tapan. Mereka sampai di rumah Imtiaz dengan selamat. Tetapi rumah dan hartanya ludes dibakar. Imtiaz yang patah hati menolak untuk tinggal lebih jauh di India dan pergi ke Lahore. Dan akibat kerusuhan itu, setengah dari tim akhirnya bermain untuk Pakistan, sementara beberapa lainnya - terutama Anglo-India - pindah ke Australia.
Konflik yang berlarut dari tahun ke tahun itu bukan hal baru lagi, dulu juga terjadi di Bangladesh, Sri Langka, India dan bagian-bagian tetangganya.
Film ini masih kental dengan kelompok-kelompok kasta yang membuat sebuah negara/tim pecah, bagaimana intrik dan politik terus saja diupayakan dalam hal apapun. Ini film bersejarah sekali dalam perjalanan hidup negara India, tidak bisa dipungkiri, sampai saat ini, India masih termasuk dalam daftar tim hoki terbaik dunia. Hoki di India, layaknya sepak bola di benua Eropa.
Durasi 151 menit
Rilis: 15 agustus 2018
Bahasa: Hindi


Post a Comment
Post a Comment