-->

Tanhaji - The Unsung Warrior: Sejarah Klasik dan Aktor Gaek



Tanhaji, India Hindi pilem biografi dan action yang disutradarai oleh Om Raut dan diproduksi oleh Bhushan Kumar, Krishan Kumar dan Ajay Devgan di bawah T-Series Film dan FFilms Ajay Devgn. Film ini juga dirilis dalam bahasa Marathi mengikuti permintaan yang populer.

Menelusuri kehidupan pejuang Maratha Tanaji Malusare, film ini dibintangi oleh Ajay Devgn dalam peran tituler bersama dengan Saif Ali Khan dan Kajol sebagai peran utama. Ini juga fitur Sharad Kelkar dan Luke Kenny dalam peran penting. Berlatar di abad ke-17, cerita ini berputar di sekitar upaya Tanaji untuk merebut kembali benteng Kondhana setelah diteruskan ke kaisar Mughal Aurangzeb yang mengalihkan kendali ke penjaga tepercaya Udaybhan Singh Rathore.

Diarahkan oleh Om Raut
Diproduksi oleh Ajay Devgn, Bhushan Kumar, Krishan Kumar
Ditulis oleh Prakash Kapadia
Skenario oleh Prakash Kapadia, Om Raut
Cerita oleh Prakash Kapadia, Om Raut

Perusahaan produksi Ajay Devgn FFilms T-Series
Didistribusikan oleh Film AA
Tanggal rilis 10 Januari 2020
Durasi 135 menit
Negara India
Bahasa Hindi


Dibintangi oleh:
Ajay Devgn sebagai Tanaji Malusare - pemimpin militer Chhatrapati Shivaji Maharaj dan teman, suami Savitri, ayah Raiba
Saif Ali Khan sebagai Udaybhan Singh Rathore– Pengawal kerajaan Aurangzeb
Kajol sebagai Savitri Bai Malusare– istri Tanaji, ibu Raiba
Sharad Kelkar sebagai Chhatrapati Shivaji Maharaj
Luke Kenny sebagai Aurangzeb - Kaisar Mughal
Vipul Gupta sebagai Jagat Singh– saudara Kamla
Padmavati Rao sebagai Rajmata Jija Bai - ibu Shivaji
Shashank Shende sebagai Shelaar– saudara Parvati
Devdatta Nage sebagai Suryaji Malusare– saudara Tanaji
Neha Sharma sebagai Kamla Devi– saudara perempuan Jagat, bunga cinta Udaybhan
Ajinkya Deo sebagai Chandraji Pisal
Yuri Suri sebagai Mirza Raje Jai Singh
Jagannath Nivangune sebagai Kaloji Malusare– ayah Tanaji dan Suryaji. 



Kalau ditarik kebelakang, sejarahnya, ‘Tanhaji’ bersumber pada peperangan dua kerajaan yaitu, kerajaan Mughal dan kerajaan Maratha yang terjadi kisaran akhir abad ke 17. Juga dipercaya bahwa pertempuran ini termasuk salah satu pertempuran yang membentuk sejarah di India Selatan. Maharaja Aurangzeb (Luke Kenny) dari kerajaan Mughal yang berkuasa di bagian utara India bercita-cita untuk memperluas wilayah kerajaannya sampai ke arah selatan. Namun misi tersebut tidak berjalan semudah yang direncanakan, berkali-kali pertempuran strategi tak cukup diselesaikan di medan perang tapi juga terjadi diinternal kerajaan.
Pilem ini juga diputar selama tujuh hari di 3650 layar bioskop India, sehingga pilem ini mengeliminadi kompetitornya yang juga tayang dalam waktu bersamaan seperti “Chhapaak” yang dibintangi Deepika Padukone. Namun, ternyata pilem Tanhaji dikalahkan oleh “Darbar” yang dibintangi Suniel Shetty, pilem Darbar sanggup menyaingi ‘Tanhaji’ soal pundi-pundi rupee yang menurut kabar telah menembus 150 crore rupee lebih atau sekitar Rp 288 milyar di seluruh dunia.



Dalam pilem ini, terlihat jelas bagaimana melambatnya gaya adegan tarung Ajay Devgn dan Saif Ali Khan, dibeberapa adegan mereka terlihat jelas bagaimana kondisi mereka yang telah menua. Pilem ini hanya semata-mata menceritakan sejarah Tanhaji dan kerajaan saja, kesan yang terlihat membosankan. Ini merupakan pilem terbaru Ajay dan sang istri Kajol, barangkali salah satu cara pengobat rindu fans kepada Kajo, ditambah lagi tampil dengan Ajay sebagai suami istri. Tentu penampilan Kajol tak pernah mengecewakan, masih dengan rona wajah Diwale, tapi tak seceria pilem sejuta umatnya: Kuch Kuch Hota Hai.


Saya berpikir, apakah semua pilem Biografi atau history harus diperankan oleh aktor gaek, supaya lebih mendalami? Saya kira pilem-pilem India yang bercerita sejarah, baik biografi ataupun Histori masih belum bisa melepaskan Aktor gaeknya. Apakah mereka benar-benar kekurangan aktor/aktris? Saya rasa tidak, mereka punya banyak daftar nama aktor/aktris potensial.

Ditengah musibah yang melanda, pilem-pilem India banyak yang terpaksa batal rilis, tentu dengan pertimbangan banyak, terutama dari segi pemasukan. Sebab mereka lebih menitikberatkan untuk memasarkan pilem-pilemnya melalui bioskop-bioskop. Dari sana mereka mencari pendapat atas penjualan pilem dan menentukan sukses atau tidaknya. Tanhaji bisa dibilang sukses dalam meraut keuntungan, karena beruntung dirilis sebelum covid begitu menggila.

Saya merekomendasikan pilem ini buat kawan-kawan, sebagai kawan saat waktu luang. Saya pribadi lumayan menikmati pilem ini, karena melihat dari sisi sejarahnya, bukan dari bagaimana pemeran. Karena kalau melihat pemeran; Ajay Devgn dan Saif, saya sering nyengir sendiri. "Bagaimana usia tidak bisa didustai".

Arif P. Putra

Arif P. Putra
Saya seorang pengarang; menulis Puisi, Cerpen, dan Novel. Saya juga menulis tulisan Ilmiah sebagai alternatif lain mengasah kemampuan menulis saya. Ini merupakan ruang untuk membagikan tulisan-tulisan yang saya hasilkan, baik sudah dimuat media lain ataupun spontan.

Baca Lainnya

Post a Comment

Ikuti Sang Penyair Arif P. Putra