The Files Taskent: Kudeta Sang Perdana Mentri dan Konspirasi Politik
Moviebuff.com
Judul: The Files Tashkent (2019)
Genre: Drama, Thiller, Mystery
Sutradara: Vivek Agnihotri
Negara: India
Tayang: 12 April 2019
Durasi: 2 jam 14 menit
Pemeran: Shewta Basu Prasad, Mithun Chakraborty, Naseeruddin Shah, Rajesh Sharma, Mandira Bedi, Vinay Pathak, Pallavi Joshi, dan Pankaj Tripathi.
Film-film terus lahir dari sutradara-sutradara hebat di India, seperti tidak ada larangan apa-apa dari pemerintahan mereka. Film-film sejarah, biografi, history dan politik sekalipun mereka buat. Beberapa sumber memang mengatakan demikian, bahwa di India, pemerintah mendukung penuh industri perfilaman mereka. Meski ada beberapa judul film yang menjadi kontroversi dibanyak kalangan, baik di negera itu sendiri maupun di luar.
The Files Tashkent merupakan film thiller konspirasi berbahasa Hindi. Film ini bercerita tentang kematian perdana mentri kedua India bernama Lal Bahadur Shastri. Dimana ia dikabarkan meninggal akibat serangan jantung di Tashkent, RSS Uzbekistan, Uni Soviet, tanggal Januari 1966 pada umur 61 tahun. Itu menjadi misteri karena kematian Shastri terus menimbulkan asumsi beragam. Sebagian menyebutnya perdana mentri tersebut meninggal karena diracuni, sebagian lagi percaya bahwa ia meninggal semata-mata karena serangan jantung.
Pada Film berjudul Files Tashkent ini, sebuah forum dibentuk demi menuntaskan kasus kematian perdana mentri kedua India tersebut dengan membentuk tim penyidik sebanyak delapan orang, termasuk salah seorang jurnalis muda bernama Raagini Phule yang diperankan oleh Shweta Basu Prasad. Ia menjadi pemeran utama dalam pencarian data dan sumber menyoal kasus kematian Lal Bahadur Shastri. Ia mendapatkan petunjuk dari seorang penelpon yang tidak diketahui, mengajaknya untuk memecahkan kasus tersebut. Sebab kasus yang dialami perdana mentri kedua itu terlihat janggal bila diperhatikan secara rinci. Mulai dari warna kulit yang menghitam saat pemakaman, sampai sebuah video yang menunjukan tempat air di meja kamar Lal Bahadur Shastri saat meninggal.
Selain dugaan tersebut, Raagini juga menemukan beberapa kejanggalan lain, yakni pada pengasuh Shastri saat meninggal. Biasanya ia mempunyai pembantu yang sejak lama menemani perdana mentri itu, namun saat meninggal ada seorang nama yang muncul menjadi pembantu pengganti yang bernama Joan Muhammed. Raagini menempuh perjalanan ke Tashkent untuk mencari seorang agen rahasia India yang dituduh sebagai penghianat oleh beberapa elit politik. Di sana ia diberi beberapa berkas yang sangat kontroversial di forum yang berjumlah delapan orang tadi. Mereka menuduh Raagini mengada-ngada telah berani menemui seorang penghianat bangsa. Ia juga diarahkan kepada seorang mata-mata lainnya yang dituduh penghianat, yaitu Bakshi. Pria tua itu juga bersedia menjadi saksi untuk kasus yang ditangani oleh Raagini, tapi naas. Seusai pertemuan mereka, pria tua itu seketika ditabrak bus yang melintas.
Raagini smeakin tersudut, ia dicap sebagai penghianat yang sedang berusaha membuat sensasi publik, lantaran tidak akan lama lagi pemilihan mentri akan dilakukan. Natrajan sebagai kandidat tidak tinggal diam, ia mengutus mantan suami Raagini untuk mengintimidasi keyakinannya bahwa kasus Shastri harus dipecahkan. Natrajan dalam film ini tidak secara jelas terbukti bahwa ia ikut campur dalam kasus politik kematian Shastri. Namun pada beberapa adegan, seolah-olah Natrajan takut kasus tersebut dibongkar dan akan menyerat namanya.
Raagini akhirnya juga dikeluarkan dalam tim penyidik. Shyam Sunder Tripathi yang diperankan aktor lawas Mithun Chakraborty menjadi sebagai ketua tim tersebut. Ia adalah watak dalam kasus ini, menjadi penengah saat terjadi perdebatan sengit berbagai macam lini yang berbeda, mulai dari sejarawan, dokter, militer, politik dan sosial. Ia tau betul watak-watak mereka, tidak ada satu orangpun dari mereka yang mengakui perbuatan salah yang telah mereka lakukan di masa lalu.
Situasi semakin rumit saat masyarakat menuding Raagini sebagai penghianat negara, yang ingin mempermalukan negaranya dengan membongkar rahasia-rahasia lama. Dengan bekal bukti tertulis dari Bakshi dan seorang penelpon tak diketahui, Raagini melanjutkan misinya untuk memecahkan kasus tersebut. Tentu ia menerima banyak teror dari beberapa kalangan, mulai dari mantan suaminya dan orang yang memerhatikan gerakannya. Raagini juga harus keluar dari media tempat ia bekerja; tidak ada gaji, tidak ada lagi dukungan dari atasannya.
Keraguan kasus tersebut semakin mencuat setelah Raagini membawa bukti medis dari Tashkent yang berbeda dengan India. Pada bukti medis India terdapat enam penandatangan, sedangkan di bukti medis Tashkent ada delapan. Aslinya dokter yang bertugas pada kasus tersebut ada delapan orang. Kesimpulannya, pada bukti medis India, dua orang dokter masih ragu-ragu jadi ada dua orang yang tidak menandatangi. Bukti tersebut sengaja dihilangkan dari kasus kematian Shastri. Seolah-seolah semuanya sudah direncanakan dan kalangan elit politik menyetahui hal tersebut. Lal Bahadur Shastri sang perdana mentri itu sengaja disingkirkan.
Pada dialog Raagini menyampaikan, “bila beliau masih hidup, apakah kekacauan sebanyak ini akan terjadi?” semuanya terdiam, sebab mereka tau bahwa perdana mentri itu sangat menjunjung tinggi kesetaraan dan kedamain masyarakat. Bakshi juga pernah mengatakan kematian Lal Bahadur Shastri merupakan kasus terbesar India yang sengaja disembunyikan, ia mengatakan bahwa Raagini belum membaca arsip Mitrhokin. Itu merupakan arsip terbesar agen-agen rahasia, lengkap dari semua negara, termasuk India. Arsip tersebut sengaja dibuang pemerintah India, bila sempat dibaca banyak orang, itu akan menjadi perang saudara. Dari sanalah Bakshi melakukan penelitiannya, dan catatan tersebut diberikan kepada Raagini. Namun malang, pria itu meninggal saat ingin menyebrang jalan.
Raagini terus mendapat tekanan keras dari masyrakat dan media. Namun ada beberapa adegan dalam film ini yang sumbang, tidak terkesan ingin menyampaikan bahwa siapa dalang dari semua kematian perdana mentri kedua itu. Film ini hanya menimbulkan asumsi-asumsi publik saja yang tetap merujuk kepada ilmu konspirasi politik. Komite yang dibentuk pun seakan-akan bagian dari konspirasi politik juga karena beberapa waktu kedepan akan ada pesta demokrasi.
Raagini menyampaikan temuinya di depan awak media dan delapan tim penyidik. Ia menjelaskan banyak hal yang membuat banyak orang tercengang, tidak menyangka bahwa ia akan sampai pada tahap tersebut. Kasus itu utuh sudah dibongkor oleh Raagini, tapi pada kenyataannya banyak kalangan yang tidak terima, terutama tim delapan. Ia juga membawa topi yang dipakai Lal Bahadur Shastri saat meninggal, ia menemukan bercak darah pada topi tersebut yang sebelumnya disangkal oleh seorang sejarawanan. Raagini mendapatkan topi tersebut dari anak Shastri sendiri, ia menyimpan topi tersebut. Lalu muncul pertanyaan, mengapa keluarga tidak meminta penyidikan lebih lanjut? Jawabannya mereka sama dengan asumsi Raagini yaitu, pemerintah memang sengaja menghilangkan semua bukti. Ini bukan kasus satu orang, tapi kasus banyak kalangan pemerintah.
Pada film The Files Tashkent ini, ada kerancuhan beberapa adegan. Misalnya, PKR Natrajan, posisi ia tidak jelas pada alur cerita, dia mnejabat sebagai apa dan apa yang ia takutkan. Shyam Sunder Tripathi yang menjabat sebagai ketua tim penyidik yang dibentuk; entah bertujuan soal politik, atau memang benar-benar ingin membongkar kasus kematian tersebut. Kemudian latar belakang Raagini terlalu singkat, tiba-tiba saja dia mendapat telpon dari nomor tidak dikenal lalu terjun langsung menyelidiki kasus tersebut.
India memang menjadi penghasil film terbanyak setiap tahunnya, tapi tidak semua film yang mereka hasilkan terbilang bagus dari banyak segi. Bila Tollywood (Film India berbahasa Telugu) menyajikan banyak kemiskinan dan kesetaraan, Bollywwod lain pula, mereka sibuk dengan sejarah politik, percintaan dan kisah-kisah melow drama. Film ini menjadi referensi bagaimana beraninya perfilman India menyajikan cerita besar seorang pejabat politik. Kisah ini memang diambil dari kisah nyata soal akhir perjalanan karir seorang perdana mentri Lal Bahadur Shastri dikancah perpolitikan. Tapi keseluruhan film memang penuh dengan drama konspirasi, semuanya bisa saja terjadi. Pada akhir bagian, Raagini menanyai Sunder Tripathi, “Apakah saya sudah menyelesaikan ujian akhir?”

Post a Comment
Post a Comment